Tim PEOJF Dari PT RJP Bantah Rampas Mobil Dipakai Istri Oknum Polisi yang Gunakan Nopol Palsu

Sebarkan:
Mobil yang bermasalah

MEDAN |
Tim Pelaksana Eksekusi Objek Jaminan Fidusia (PEOJF) dari PT. RJP membatah adanya pemberitaan pihaknya menarik paksa satu unit mobil  Daihatsu Alya 1,2 R DLX MC dan bertindak Kasar di Jalan Gatot Subroto Medan. Pada hari Senin (02/04/2024) sekira pukul 15.08 Wib.

Andrean yang saat terjadi peristiwa itu ada di lokasi menjelaskan kejadian yang sebenarnya tim PEOJF dari PT. RJP terpantau 1 Unit Mobil Daihatsu Alya 1,2 R DLX MC yang berstatus Kredit nunggak di Leasing Adira Finance 9 bulan dengan memakai Nopol palsu BK 1305 AP. Dimana diketahui Nopol aslinya BL 1284 KE.

"Jadi kami selaku Pihak PT. RJP mempunyai surat tugas Fidusia, surat kuasa dari leasing Adira Finance, dan surat SPPI," kata Andrean selaku kepala tim PEOJF

Pada saat terpantaunya unit tersebut Pihak PT. RJP melakukan tindakan persuasif untuk mengkonfirmasi dan mempertanyakan unit tersebut dengan menunjukkan kelengkapan surat-surat tugas kepada pemakai Unit. 

Hasil pantauan pihak PT. RJP ternyata yang pakai unit tersebut adalah seorang wanita, saat di konfirmasi kepada wanita tersebut (Nama Pemakai Unit tidak diketahui), ibu tersebut mengaku Istri dari oknum Polisi dengan jabatan Wakapolsek dari salah satu Polsek yang ada di Kota Medan. 

Bahwa suaminya akan datang untuk menyelesaikan tunggakan dan menjelaskan mengenai plat nopol palsu jelas salah satu Tim PEOJF dari PT. RJP itu.

"Namun tidak lama kemudian datang sekelompok orang yang di komandoi inisial Y dan tidak tahu siapa mereka akan tetapi langsung melakukan keributan tanpa ada Konfirmasi dan memberitahukan siapa mereka dengan mengeluarkan kata-kata kasar dan memaki Pihak PT. RJP," ungkap Andrean

Selanjutnya datanglah seorang pemuda yang merupakan oknum Polisi dari salah satu Polsek.

"Situasi sudah ramai dan tidak kondusif, karena situasi tidak kondusif datanglah beberapa anggota polisi setempat dari Polsek Medan Baru ke Lokasi untuk menyelesaikan permasalahan di lapangan, dimana hasilnya tetap juga masih terjadi keributan sehingga tidak ada penyelesaian sama sekali," ucapnya.

Tim PEOJF dari PT. RJP menduga kejadian tersebut ditunggangi sekelompok mafia jual beli mobil bodong yang di back up oleh oknum aparat. 

"Tentu hal ini yang menjadi permasalahan besar dan merupakan pelanggaran hukum, akibat permasalahan yang terjadi tidak selesai berdampak besar dan merugikan kami dalam menjalankan tugas, untuk menyelamatkan aset dari perusahaan, dan kami selaku pihak kuasa dari PT. RJP merasa kehilangan mata pencarian dan kami PEOJF telah melakukan Pekerjaan sudah sesuai aturan hukum," sebutnya 

"Kami berharap permasalahan ini harus di tindak lanjuti oleh pihak Kepolisian dan pandangan Masyarakat pun tidak salah menilai dan tidak terprovokasi, karena pekerjaan eksekusi Objek jaminan fidusia (EOJF) ini merupakan bagian dari penyelamatan keuangan negara yang mana apabila TIM EOJP berhasil memasukkan unit ke Gudang dan dilelang," jelasnya

Otomatis pajak Kendaraan akan dibayar sehingga mengembalikan kerugian keuangan negara.

Terkait permasalahan ini PT. RJP akan menyerahkan ke Tim Kuasa Hukumnya, yakni Dedy Sianturi SH. Beresman Siallagan SH.MH. dan Ipan Sinaga SH. dan akan melakukan langkah Hukum agar ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan Hukum yang berlaku. 

Selanjutnya pihak Kuasa Hukum dari PT. RJP akan melakukan langkah Hukum terkait adanya pemberitaan yang menjelekan PT. RJP, karena pemberitaan tersebut terkesan mengarang, tanpa berkonfirmasi dengan pihak PT. RJP, dan pemberitaan tersebut adalah HOAX belaka atau pemberitaan bohong.(Red)
Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini