BELAWAN | Lembaga Asli Anak Belawan (LAAB) menyampaikan kecaman keras terhadap rilis pers KontraS Sumatera Utara yang dinilai menyudutkan peran Polisi Militer Angkatan Laut (POMAL) dan Polres Pelabuhan Belawan dalam penanganan kriminalitas di wilayah tersebut. Rabu (6/5/2026).
Ketua Umum LAAB, Ustadz Muhammad Nabawi, menilai narasi yang disampaikan KontraS tidak mencerminkan kondisi nyata yang dihadapi masyarakat Belawan. Ia menyebut pandangan tersebut sebagai “teori di atas luka masyarakat” karena dinilai tidak mempertimbangkan situasi keamanan yang selama ini dirasakan warga.
Menurut Nabawi, sinergi antara TNI dan Polri, khususnya POMAL dan Polres Pelabuhan Belawan, merupakan langkah strategis dalam menghadapi kondisi darurat keamanan. Ia merujuk pada Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Operasi Militer Selain Perang (OMSP) yang memungkinkan keterlibatan TNI dalam membantu menjaga ketertiban masyarakat.
“Belawan tidak dalam kondisi normal. Kami menghadapi ancaman nyata seperti begal, tawuran, dan premanisme. Sinergi aparat adalah bentuk perlindungan terhadap warga,” ujarnya.
LAAB juga membantah tudingan terkait dugaan penggunaan kekuatan berlebihan oleh aparat. Organisasi tersebut menegaskan bahwa tindakan tegas yang dilakukan merupakan bagian dari upaya menjaga keselamatan publik, terutama terhadap pelaku kejahatan jalanan yang dinilai berbahaya.
Selain itu, LAAB menilai KontraS kurang peka terhadap realitas sosial di Belawan. Meski mengakui pentingnya penyelesaian akar masalah seperti kemiskinan dan pendidikan, LAAB menegaskan bahwa penegakan hukum harus menjadi prioritas awal.
“Kami tidak bisa berbicara pembangunan jika masyarakat masih hidup dalam ketakutan. Keamanan adalah fondasi utama,” kata Nabawi.
Dalam pernyataannya, LAAB juga menyampaikan dukungan penuh kepada Kapolres Pelabuhan Belawan dan jajaran POMAL atas upaya mereka dalam menjaga keamanan, termasuk di wilayah yang selama ini dikenal rawan kriminalitas.
LAAB turut mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang dinilai dapat memecah hubungan antara warga dan aparat keamanan. Mereka juga meminta pihak luar untuk tidak melakukan intervensi yang berpotensi melemahkan upaya pemberantasan kejahatan di Belawan.
Menutup pernyataannya, Nabawi menegaskan bahwa LAAB akan terus mendukung langkah aparat dalam menciptakan situasi yang kondusif. “Kami berdiri bersama aparat demi keamanan dan ketenangan masyarakat Belawan,” pungkasnya.(Sigit)



