BAGANSIAPIAPI | Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bagansiapiapi membuka pelayanan konseling bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) guna membantu memulihkan kondisi psikologis warga binaan yang mengalami kecemasan karena berada di lingkungan baru serta jauh dari keluarga.
Pelayanan konseling ini dibuka setiap hari secara rutin dan dapat dimanfaatkan oleh seluruh warga binaan yang ingin berkonsultasi secara langsung dan gratis. Program ini menjadi salah satu pembinaan unggulan yang dijalankan Lapas Bagansiapiapi dalam mendukung kesehatan mental warga binaan selama menjalani masa pidana.
Kepala Lapas Bagansiapiapi, Agus Imam Taufik, menyampaikan bahwa layanan ini dihadirkan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi emosional warga binaan, terutama pada masa awal menjalani pembinaan.
“Pelayanan konseling ini kami buka setiap hari bagi warga binaan dan kami mempersilahkan bagi siapapun warga binaan yang ingin mengakses layanan ini agar bisa dimanfaatkan secara optimal,” ujar Imam, Rabu, (4/2/2026).
Salah seorang warga binaan, Sumardi, mengaku sangat terbantu dengan adanya layanan konseling tersebut. Ia menyampaikan bahwa program ini memberikan ketenangan dan motivasi bagi dirinya untuk menjalani hari-hari di dalam lapas dengan lebih baik.
“Awalnya saya merasa sangat cemas karena baru masuk dan jauh dari keluarga. Tapi setelah ikut konseling, saya merasa lebih tenang dan bisa berpikir lebih positif. Saya juga merasa didengar dan diperhatikan,” ungkap Sumardi.
Melalui program ini, Lapas Bagansiapiapi berkomitmen menciptakan lingkungan pembinaan yang lebih humanis, tidak hanya fokus pada kedisiplinan dan keterampilan, tetapi juga memberikan dukungan psikologis agar warga binaan dapat menjalani proses pemasyarakatan dengan lebih sehat secara mental.(Sigit)



